“First
love is True love”
True love. Kalian percaya itu ? akan “true love”
yang konon katanya dimiliki semua orang ? cinta katanya indah dan menyenangkan
?? benarkah itu ? ahh aku masih belum yakin, tapi sudah lah..
Kupandangi sosok pria yang sedang bermain basket di
tengah lapangan tubuhnya yg kekar kulitnya putih hidungnya mancung yang membuat
wanita akan terpesona bila melihatnya. Aku tersenyum dan kupandangi lagi aku
tersenyum lagi.
“dorrr ngelamun mulu dari tadi, kamu lagi mandang
siapa hayyo ? kok senyum2 mulu?”
“eng.. enggak aku lagi nikmatin udara aja seger
loh..” dengan wajahku yang sepertinya agak merah.
“hmm bohong” ujar tiata sambil manyun
“ehh kok ga percaya gitu sih sama temen sendiri,
yaudah deh aku keluar dulu ya sayang bye”
Kemudian aku pergi keluar kelas untuk mencari udara
dingin dan sekalian kabur dari tiata biar ga kepoin hidup ku tuh anak, dan aku pun duduk di taman sambil nikmatin
softdrink yang aku beli dikantin sekolah.
Dan tak kuduga ternyata di samping ujung bangku aku
duduk ada cowok yang tadi main basket sambil minum dan mengusap keningnya karna
kepanasan. Aku hanya diam dan sesekali aku memandangnya, aku bukan type cewek
yang suka cari perhatian atau cari sensasi kayak cewek2 lain dengan memberi
perhatian kepada cowok itu , aku menyukainya dengan diam.
Dan aku pun juga sadar aku hanya satu dari ratusan
penggemarnya disekolah. Dia bukan artis. Dia adalah siswa tampan dan cerdas di
sekolahku. Dia kaya dan pintar dalam bidang olahraga. Sifatnya yg cuek justru
menjadi daya tarik kaum hawa, termasuk aku. Aku tidak bisa menunjukkan diri
bahwa aku menyukainya, akupun juga tidak pernah menyapa ataupun menegurnya. Aku
hanya bisa berdoa.
Dan kulihat sekali lagi kulihat cowok itu sedang
disapa oleh banyak cewek yang jauh lebih
cantik dari aku membuat aku semakin minder. Aku hanya diam dan segera
kuhabiskan softdrinkku dan kembali ke kelas. Tapi saat aku akan berdiri cowok
itu kemudian berdiri juga sepertinya dia
juga mau kembali ke kelas .
“hafis kamu mau kemana?” teriak seorang cewek yang
sedikit berlari kecil menuju hafis
“aku mau kembali ke kelas dulu bentar lagi bel”
“Ohhh jadi cowok itu namanya hafis namanya indah”
gumamku dalam hati
Saat cowok sedang berlari menuju kelas tiba-tiba
sapu tangannya terjatuh tepat di depanku, akupum mengambil sapu tangan, sapu
tangan berwarna biru muda dengan ada nama hafis di jahitannya dibwahnya juga
ada kata “mama <3” aku terdiam sesaat lalu aku membawa saputangan itu.
***
3 tahun kemudian setelah aku lulus dari SMA dan aku
melanjutkan studyku di jakarta aku mengambil jurusan kedokteran. Dan tiata
sahabatku yang cerewet dan KEMAL (kepo maksimal) ia memutuskan untuk menjadi
polwan, kaget banget waktu ia mutusin buat jadi polwan. Saat aku membuka-buka
buku album kemangan SMA 73 JAKARTA aku
pun teringat waktu itu dan saat aku membuka buku album dihalaman terakhir aku
menemukan sapu tangan warna biru muda masih terbungkus plastik seperti dulu
sengaja aku memberikan plastik tsb. Cowok itu hmm sebaiknya dia kupanggil hafis
dia kuliah di L.A ngambil jurusan hukum aku dapt info ini dari teman
sekelasnya.
Saat aku melihatnya aku kembali tersenyum manis
melihat sapu tangan itu. Orang bilang apapun itu jika memang jodoh, maka ia
akan kembali lagi dan aku percaya dia akan kembali kulihat
Aku mengeluarkan sapu tangan itu dari bingkainya.
Kupeluk-peluk, kubelai dan kucium setelah puas dengan kegiatanku itu kemudian
aku memasukkan sapu tangan itu ke dalam plastiknya dan
Syuuuttt ..
Angin bertiup menerbangkan sapu tangan itu keluar
jendela dan jatuh di pekarangan dengan sigap aku berlari mengejar sapu tangan
itu. Saat aku hampir mendapatkannya angin kembali meniupnya menjauhiku.
Hassshhh angin ini !!
Aku kembali mengejar kertas itu dan saat aku hampir
mendapatkannya kembali
“hasshhh ! sial banget sih malah keinjek “
Orang itu mengambil kertas yang ada di depannya aku
masih memandangnya dari belakang. Orang itu masih memandang sapu tangan itu.
Kemudian orang itu berbalik ke arahku dan
DEG!!!
Jantungku berhenti sejenak mulutku menganga aku masih tidak percaya dengan siapa
yang berada di depanku. Dia adalah pemilik sapu tangan ini HAFIS. Cowok tampan
yang aku kagumi dari dulu. Kemudian dia menghampiriku.
“maaf aku mengambil sapu tangan itu”
“gapapa kok fa, beneran gapapa, karena aku udah foto
kamu diam-diam waktu”
“Dia tau namaku ?? foto? Diam-diam”
“Lebih baik kita ke taman aja nostalgianya” ucapnya
sambil menarik tanganku
***
Aku tidak percaya dengan siapa yg kulihat dan foto
siapa yg ada di depanku. Fotoku ada dalam dompet hafiz??
“ini adalah sapu tangan kesayanganku karena ini dari
mamaku dan beliau sendiri yang jahit” ucapnya sambil terus memandang sapu
tangan itu.
“maaf banget fis dulu aku sempet mau balikin tapi..”
“sssttt gapapa fa”
Kemudian terdiam sejenak.
“aku dulu suka sama kamu fa, karena kamu itu
satu2nya cewek yang ga pernah negur aku, kamu cuek kamu pendiam dan aku suka
itu, asal kamu tau fa dari dulu aku sering mandangin kamu”. Ujarnya sambil
tersenyum.
Aku hanya melongo dan spechless banget
“dulu aku berharap bisa kenal dan ngobrol sama kamu,
tapi dekat kamu aja aku gemeteran apalagi ngobrol” . ucap hafis lagi. Lalu
hafis memandang sapu tangan itu lagi.
“dulu aku pernah punya pikiran aku gamau pacaran
dulu sebelum aku dapet sapu tangan ini lagi dan sekarang aku sudah menemukannya”.
Aku hanya tersenyum melihatnya.
“WILL YOU BE MY FIRST LOVE ?” ujar hafis sambil
jongkok di depanku
“FIRST LOVE?” tanyaku kemudian.
“kamu adalah cinta pertamaku fa, sebelumnya aku ga
pernah kayak gini ke cewek baru kali ini ayo lah fa jawab” ujar hafis sambil
merengek kayak anak tk 5 tahun.
“heheh, YES I WILL “
ULFA RISWAHYUNI
XI MM 2
***